Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Pemprov Sumbar) menggelar apel gabungan lintas instansi yang menjadi puncak peringatan Hari Lingkungan Hidup (HLH) Sedunia Tahun 2026 tingkat Provinsi Sumatera Barat. Kegiatan ini dipusatkan di halaman Kantor Gubernur Sumbar pada Minggu (14/6/2026).
Apel gabungan yang diikuti oleh berbagai unsur Aparatur Sipil Negara (ASN), TNI, Polri, instansi vertikal, serta komunitas peduli lingkungan ini dipimpin oleh Gubernur Sumbar yang diwakili oleh Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Provinsi Sumbar, Adib Alfikri.
Kemeriahan puncak peringatan HLH Sedunia 2026 di Sumbar ini sudah terasa sejak pagi hari. Rangkaian acara diawali dengan senam pagi bersama seluruh peserta untuk membakar semangat, yang kemudian dilanjutkan dengan Apel Peringatan HLH Sedunia.
Salah satu momen krusial dalam acara ini adalah peluncuran (launching) inovasi literasi hijau berupa e-book “101 Alat dan Metode Pengolahan Sampah”, yang diharapkan dapat menjadi panduan praktis bagi masyarakat dalam mengelola limbah domestik.
Tidak hanya itu, acara juga diisi dengan penyerahan hadiah berbagai perlombaan yang telah digelar sebelumnya, serta penyerahan penghargaan Propernas (Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup Tingkat Nasional) kepada korporasi yang terbukti taat asas dalam menjaga ekosistem.
Suasana di lokasi acara juga semakin semarak dengan adanya aksi nyata dari berbagai komunitas lingkungan yang melakukan kampanye program lingkungan. Pemprov Sumbar bekerja sama dengan berbagai pihak juga menyediakan fasilitas sosial bagi peserta dan masyarakat yang hadir, mulai dari pemeriksaan kesehatan gratis, aksi donor darah, hingga pembagian merchandise gratis sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi publik.
Dalam amanatnya saat memimpin apel, Adib Alfikri membacakan pidato resmi Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup Republik Indonesia, Muhammad Jumhur Hidayat, yang mengusung tema global “Act Now for Climate” (Saatnya Bekerja untuk Iklim).
Menyampaikan intisari pidato Menteri LH, Adib Alfikri menekankan bahwa dunia saat ini tengah menghadapi triple planetary crisis, yaitu perubahan iklim, degradasi keanekaragaman hayati, dan pencemaran yang mengancam berbagai lini kehidupan. Di Indonesia sendiri, lebih dari 90% bencana yang terjadi bersifat hidrometeorologis akibat dampak nyata perubahan iklim.
Salah satu sorotan utama dalam pidato tersebut adalah persoalan kedaruratan sampah. Indonesia tercatat menghasilkan 51 juta ton sampah setiap tahunnya, di mana 74 persen di antaranya belum dikelola secara optimal. Kondisi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) yang kelebihan beban (overload) akibat kebiasaan “kumpul-angkut-buang” menjadikannya salah satu sumber emisi terbesar dari sektor persampahan.
“Melihat kenyataan bahwa bumi kita tidak sedang baik-baik saja, Menteri Lingkungan Hidup mengajak kita semua untuk melakukan pertobatan ekologis. Ini bukan sekadar kata-kata, melainkan panggilan moral untuk mengintrospeksi perilaku sehari-hari dan mengubah cara kita berinteraksi dengan alam,” ujar Adib.
Melalui momentum ini, Menteri LH mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mengambil lima langkah nyata, yaitu mengurangi plastik sekali pakai dan memulai Gerakan Pemilahan Sampah dari Rumah Tangga, menumbuhkan budaya hidup bersih, lestari, dan gotong royong, serta mendorong ekonomi sirkular melalui optimalisasi Bank Sampah dan prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle).
Selanjutnya melaksanakan penanaman pohon secara masif dengan target nasional 2 miliar pohon demi memperkuat ketahanan iklim dan memperkuat tata kelola perlindungan kawasan hijau dan ekosistem.
Usai pelaksanaan apel gabungan, acara dilanjutkan dengan penyerahan sejumlah penghargaan lingkungan hidup oleh Pemprov Sumbar. Mewakili Gubernur, Asisten I Adib Alfikri menyerahkan penghargaan secara langsung kepada sejumlah instansi, lembaga, maupun perusahaan di Sumatera Barat yang dinilai memiliki komitmen tinggi serta kontribusi nyata dalam menjaga kelestarian lingkungan di wilayah operasional mereka.
Apresiasi ini diharapkan dapat menjadi motivasi bagi sektor dunia usaha dan instansi pemerintah lainnya di Sumatera Barat untuk terus bersinergi, menjadi climate leader, dan aktif melahirkan inovasi hijau demi terwujudnya lingkungan yang bersih dan berkelanjutan.















